Etanolamin

Etanolamin

Etanolamin dengan rumus kimia HOCH₂CH₂NH₂ atau disingkat MEA merupakan senyawa etanolamin yang paling sederhana. Ini adalah senyawa organik yang mengandung gugus hidroksil (-OH) dan gugus amino (-NH₂), dan struktur ini menentukan sifat kimia dan fisiknya yang unik.
Kirim permintaan

Sifat fisik

 

 

  1.Penampilan dan keadaan: Pada suhu dan tekanan normal, berbentuk cairan kental tidak berwarna atau agak kuning dengan sedikit bau amonia.

 

  2.Higroskopisitas: Ia memiliki sifat higroskopis yang kuat, mampu menyerap kelembapan dan karbon dioksida dari udara.

 

  3.Titik didih: relatif tinggi, sekitar 170 derajat. Hal ini disebabkan adanya ikatan hidrogen yang kuat antar molekul.

 

  4.Titik lebur: kira-kira 10.5 derajat, sehingga dapat mengeras di lingkungan yang lebih dingin.

 

  5.Kepadatan: Sedikit lebih besar dari air.

 

 6.Kelarutan:Dengan air: dapat bercampur tanpa batas. Ini adalah salah satu sifat fisik terpentingnya. Dengan pelarut organik: larut dalam etanol, aseton, gliserol, dan berbagai pelarut organik lainnya, tetapi sedikit larut dalam eter, benzena, dan n- heptana.

 

 7.Viskositas: Memiliki kekentalan tertentu dan terasa 'berminyak'.

 

Sifat kimia

 

  

   

1. Alkalinitas:

Gugus amino dalam molekul MEA memberikan sifat basa, memungkinkannya bereaksi dengan asam untuk membentuk garam.

Larutan berairnya lebih basa dibandingkan air amonia, tetapi lebih lemah dari natrium hidroksida. Ini adalah jenis basa lemah.

Contoh reaksi: HOCH₂CH₂NH₂ + HCl → HOCH₂CH₂NH₃⁺Cl⁻

2. Bereaksi dengan gas asam:

Ini adalah dasar penerapan MEA yang paling penting dalam industri. Ia dapat mengalami reaksi reversibel dengan gas asam seperti karbon dioksida (CO₂) dan hidrogen sulfida (H₂S).

Bereaksi dengan CO₂: membentuk karbamat yang tidak stabil, reaksi yang dapat dibalik jika dipanaskan, sehingga melepaskan CO₂ dengan kemurnian tinggi dan meregenerasi MEA.2 HOCH₂CH₂NH₂ + CO₂ + H₂O ⇌ (HOCH₂CH₂NH₃)₂CO₃

Fitur ini menjadikannya pelarut pilihan untuk menghilangkan CO₂ dan H₂S dari gas alam, gas kilang, dan gas sintesis (umumnya dikenal sebagai 'dekarbonisasi' atau 'desulfurisasi').

 

3.Bereaksi dengan oksida

Dapat bereaksi dengan epoksida seperti etilen oksida untuk menghasilkan molekul turunan etanolamin yang lebih besar.

 

4.Reaksi asilasi:

Gugus aminonya dapat bereaksi dengan asam, anhidrida asam, asil klorida, dll., untuk membentuk Amida.

5. Sifat korosif:

Terutama di lingkungan dengan suhu tinggi, konsentrasi tinggi, dan tingkat gas asam tinggi, larutan MEA sangat korosif terhadap logam seperti baja karbon. Dalam aplikasi industri biasanya perlu menambahkan inhibitor korosi atau menggunakan peralatan stainless steel.

 

 

Aplikasi utama (berdasarkan karakteristiknya)

 

 
01/

Pemurnian gas:penggunaan terbesar. Ini digunakan untuk desulfurisasi gas alam, dekarbonisasi gas umpan amonia sintetis, dan penangkapan CO₂ dari gas buang, dll.

02/

Surfaktan: Digunakan sebagai bahan antara untuk produksi pengemulsi, deterjen, bahan pembantu tekstil, dan lain-lain.

03/

Obat-obatan dan pestisida:digunakan sebagai perantara untuk mensintesis berbagai obat (seperti obat penenang dan antihistamin) dan pestisida.

04/

Bantuan penggilingan semen:Sebagai salah satu bahan baku, meningkatkan efisiensi penggilingan semen.

05/

Kosmetik:Digunakan untuk memproduksi Amida Asam Lemak dalam Produk Perawatan Pribadi, Berfungsi sebagai Pengental dan Stabilisator Busa.

06/

Pengerjaan logam:ditambahkan ke cairan pemotongan dan-cairan pencegah karat sebagai penghambat korosi.

Keamanan dan Penyimpanan (Catatan Penting)
 

 

Toksisitas: Ia memiliki tingkat toksisitas tertentu dan sangat mengiritasi serta korosif pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Menghirup uap atau kabutnya dapat merusak sistem pernapasan, dan kontak dengan cairan tersebut dapat menyebabkan luka bakar parah pada mata dan kulit.

 

Sifat mudah terbakar: Cairan mudah terbakar dengan titik nyala sekitar 93 derajat, diklasifikasikan sebagai bahan mudah terbakar dan harus dijauhkan dari sumber api.

 

Penyimpanan:Harus disimpan dalam wadah tertutup, karena akan menyerap CO₂ dan kelembapan dari udara. Bahan wadah sebaiknya dari baja tahan karat, kaca, atau plastik polietilen. Hindari penggunaan tembaga, aluminium, dan paduannya, karena MEA akan bereaksi dengannya. Simpan di tempat sejuk, berventilasi, dan kering.

 

 

Tabel Ringkasan

 

 

 

Rumus kimia HOCH₂CH₂NH₂ dalam MEA
Penampilan Cairan kental tidak berwarna dengan bau amonia
Kelarutan Dapat bercampur tanpa batas dengan air, larut dalam alkohol, sedikit larut dalam eter
Sifat kimia Bersifat basa lemah, dapat bereaksi secara reversibel dengan gas asam (CO₂/H₂S), higroskopis
Aplikasi Inti Pemurnian gas (desulfurisasi dan dekarbonisasi), surfaktan, zat antara farmasi dan pestisida
Keamanan Korosif, mengiritasi, mudah terbakar, beracun

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

  

 

 

Tag populer: etanolamin, produsen, pemasok, pabrik etanolamin Cina